Thursday, May 24, 2018

Ketika Kita Tahu Caranya Bersyukur

Tuhan selalu punya cara unik dalam mengatur hidup setiap hamba-Nya.

Ada yang didekatkan, ada yang dijauhkan.

Ada yang disatukan, ada yang dipisahkan.

Ada yang dimudahkan, ada yang dipersulit.

Ada yang dipercepat, ada yang diperlambat.

Manusia berencana, Tuhan menertawakan.

Kadang dalam hidup, apa yang kita lalui tidak selalu menjadi hal terpenting. Justru yang penting adalah bagaimana caranya kita mensyukuri apa pun yang diberikan, lalu mengembalikan semuanya kepada Tuhan.

Sunday, March 18, 2018

To the Man Who is Brave Enough to Love Me and Will Never Give Up on Me

Let me start this by saying sorry.
I am sorry it won't be easy loving a girl like me. I am not the perfect girl you have always wanted. I have my flaws, I make mistakes, I have this bad habit of over thinking, I have fears, and insecurities.

I am sorry you have to be strong enough to handle me because I need someone who’s patient enough to understand why I am who I am today.
I am sorry because I know exactly that loving me will stress you out, make you angry, break your heart at times, test you, challenge you, and change you. 

I will be difficult with me more often than not. I have scars on my body and on my heart, I have mosters in my nightmares and aims.
I just hope you'd be able to accept them.
I hope you'll love me with all my imperfections.

There will be times I would think I am not good enough but please tell me I am more than enough for you.
There will be times I would doubt you or your love for me but all you need to do is reassure and show me, let me know I'm the one you really love.
There will also be times I would ignore you, your texts, your chat, calls or even block you but please do not give up.
I can be annoying at times, I can be difficult and stubborn at times but never get tired and never give up on me.
There are times I am crazy and nuts, and if that happens to me, please don't laugh at me and just help me. Please hug and kiss me on the forehead and it is enough for me.
Stick by my side and love me not just on good times but also during the hard times. I hope you will also fall in love with the suicidal-depressed-anxious-clingy-possessive girl in me. I hope you'll held all the pieces of my broken self and still call me beautiful.
Spoil me and I will spoil you more. Love me and I will love you deeper. I am not the best at being loved, but I am pretty amazing at loving.

Dear, You.
Thanks for being  my 2 a.m. person. Thank you for being so comforting. Thank you for always making efforts to make me smile.
Thank you for making me believe in love again. Thanks for making me stronger. You are the one who believe in my abilities.

I promise you that we will make it and we will grow stronger each and every day. I don't give up. I'll never give up. I can keep my promises so please keep yours also. And I can be sure of is you won't regret taking a chance on me. I promise.

Wednesday, March 7, 2018

Konsep Jodoh

Semenjak menginjak usia 25 tahun, banyak hal yang berubah dalam hidup saya. Mulai dari kegemaran, prioritas, opini terhadap sesuatu, hingga prinsip hidup. Umur seperempat abad merupakan tahap was-was bagi sebagian perempuan, namun tidak sedikit juga yang menganggap tahap ini adalah sebuah langkah baru bagi mereka. Bagi saya sendiri, memasuki usia ini adalah saat bagi saya me-restart dan recharge hidup saya.

Ketika teman-teman perempuan saya mulai was-was ketika memasuki 25 belum menemukan jodohnya, saya justru anteng karena saya berpikir sudah menemukan jodoh saya (saya sudah memiliki pasangan saat itu) . Namun selang beberapa bulan,  ketika teman-teman saya menemukan pasangan hidupnya di usia 25, saya justru dicampakkan di usia ini.
 Sakit? Pasti.
 Kecewa? Sangat.

Tapi kemudian saya memikirkan ulang mengenai segala yang terjadi dalam hidup saya. It must be tough at first, but then I changed my mind about it. This is where Allah wants me to be right now, and if Allah wills me to be here, if Allah wills it for me to be here, then this is the best for me.

This is change my perspective at all. We're as happy as we make our minds up to be.

Orang yang saya pikir jodoh saya, ternyata membuktikan  sendiri bahwa dia bukan jodoh saya. Makanya Allah menjauhkan saya dari orang tersebut. Lalu dunia saya berubah, 180 derajat. Menjadi jauh jauh jauh lebih baik.

Maha suci Allah dengan segala rencanaNya.

Persepsi saya berubah tentang segala hal. Jodoh bukan lagi tentang siapa yang sudah menemani hidup saya dan mengisi hidup saya setelah sekian lama. Ternyata jodoh itu tentang saling menemukan. Dibimbing oleh Tuhan untuk saling menemukan lalu saling mengisi. Saling mengisi lalu bersatu untuk saling melengkapi. Saling melengkapi untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Ungkapan "jodoh tidak kemana" tidak lagi relevan untuk konsep jodoh versi ini.
Saya tidak ingin mencampurkan ungkapan tersebut dengan berjuta-juta harapan terhadap orang yang salah. Saya mengganti ungkapan tersebut dengan rasa ikhlas karena saya tidak mau diiming-iming dengan kesemuan dan khayalan.

Ternyata di situlah uniknya konsep jodoh versi Tuhan. Yang saya doakan untuk berjodoh dengan saya semudah itu dijauhkan oleh Tuhan. Mungkin akan diganti dengan yang jauh lebih baik daripada yang pernah saya bayangkan.

Saya pernah membaca bahwa jodoh itu sudah dituliskan oleh Tuhan, tapi kita bisa memilih dengan siapakah kita akan nanti berjodoh, tapi tentu diiringi oleh doa dan usaha. Seperti soal rejeki yang dimana hasilnya adalah merupakan faktor dari setiap usaha, ikhtiar, dan doa kita, sesungguhnya jodoh merupakan hasil dari setiap doa dan usaha. Saya selalu percaya jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka saya lah yang harus terlebih dahulu menjadi baik. Jodoh adalah cerminan dari bagaimana perilaku, sifat, sampai pemikiran saya sendiri. Sebab jodoh ini adalah seseorang yang pasti menemani saya  dari waktu ke waktu, dan harus bisa mengimbangi semua hal yang ada di diri saya.