Sunday, October 19, 2014

MISTAKE

Seorang bijak pernah berkata,
If someone did a mistake at second time, it's not a mistake, it's a choice.

Entahlah, kalimat bijak di atas selalu terngiang-ngiang dalam kepala saya setiap kali seseorang melakukan kesalahan yang sama. Bila mereka sadar apa yang mereka lakukan salah, mengapa mereka harus terus mengulanginya? Ini bukan lagi soal kesalah, tapi pilihan. Ya, mereka memilih untuk berada di jalan tersebut.

Okay, idk why I write something about this. May be caused my sunmorn is so blue or because my period pain lead me do random things that I never do before.
I am sorry sangat sebab menyampah.

K. Bye.

Tuesday, July 1, 2014

Repost: Being a Woman is Priceless





 So I got this post during browsing my FB timeline. I want to repost it because I think it's blowing my mind and every men  shoul read it and they would truly appreciate a woman.
A lot of men think they are doing women a favor by asking for her hand in marriage, but let’s think about this :
she changes her name,
changes her home,
leaves her family,
moves in with you,
builds a home with you,
gets pregnant for you,
pregnancy changes her body,
she gets fat,
almost gives up in the labor room due to the unbearable pains of child birth,
even the kids she delivers bear your name.
Till the day she dies...everything she does, (cooking, cleaning your house, taking care of your parents,bringing up your children, earning, advising you, ensuring you can be relaxed, maintaining all family relations, everything that benefit you.....sometimes at the cost of her own health , hobbies and beauty.
so who is really doing whom a favor?
Dear men appreciate the women in your lives always, coz it is not easy to be a woman.
*Being a woman is priceless*
Copied from this page.
Yap, women go through a lot. For everyone that in a relationship, I hope everything's you do for each other, you do it gladly.
Thanks for reading, enjoy it.

Monday, June 30, 2014

Love Letter♥ : Sincerely Me, Your (ex)-BestFriend

Surat dari (mantan) sahabat



Assalamualaikum. Hallo sahabat, gimana kabar kalian? Sudah lama aku tidak menyapa kalian. Hari ini aku sempatkan mengirim surat ini untuk kalian. Semoga ini tidak mengusik waktu istirahatmu walau hanya sesaat. Aku mengatakan ini sebagai wujud kepedulian seorang (mantan) sahabat. Aku tidak tahu apakah kau pernah menganggapku seperti itu, yang jelas aku pernah merasa bahwa kau sahabatku, dulu. Untuk saat ini, entahlah.. Hanya kalian dan Tuhan yang tau...

Maaf, bukan karena aku merindukan kalian, bukan karena aku ingin dekat lagi dengan kalian. Aku hanya ingin menyapa saudara lamaku. Yang dulu menemani banyak hariku. Sebenarnya aku tidak ingin memutus persaudaraan dengan kalian. Tenang aja, aku tidak akan melupakan kalian.
Jika benar dirimu adalah yang sekarang sering kulihat, aku hanya mengucapkan selamat karena kau tak lagi menutup-tutupi dirimu yang sebenarnya, karena kau tak lagi bersikap sok manis padaku. Tetapi, berhak jugakan aku kecewa akan sikapmu yang selama ini membohongiku? Wajar, kau tak berhak mengontrol perasaanku. Terima kasih untuk sikap manis dan sinis, terima kasih untuk pura-pura jadi temanku, terima kasih untuk tipu muslihat yang kau tunjukkan padaku.

Selama ini aku berusaha untuk sabar dan slalu memaafkan kamu. tapi hari ini, maaf aku nyerah. aku juga udah biasa tanpa kamu. begitu juga dengan kamu pastinya :)

Sekarang aku berjalan sendiri, tanpa berpegangan tangan dengan kalian seperti dulu. Semua hilang tanpa sisa, membawa sejuta kepercayaan yang telah ku berikan. Kalian tidak tau seberapa sakitnya hatiku.

Mungkin tulisan ini takkan basah oleh air mataku, tapi lembab di dalamnya merupakam wujud dari tangis hatiku. Jangan merasa sesak akan amarah dari sapaan singkatku ini. Karena aku tak ingin dan tak mau membecimu.
Surat ini untuk kalian, surat terakhir dariku. Maafkan aku, selanjutnya kita jalani hidup kita masing-masing. Telah ku putuskan menguburmu dalam-dalam bersama kenangan kita bersama. Tidak akan ada lagi aku dalam hari-harimu. Ku rasa ini memang terbaik, agar tidak ada yang saling tersakiti dan menyakiti.



Thursday, March 20, 2014

Say Sorry

Saying you're sorry is called apologizing.
When you apologize, you're telling someone that you're sorry for the hurt you caused, even if you didn't do it on purpose. People who are apologizing might also say that they will try to do better. They might promise to fix or replace what was broken or take back a mean thing they said. And even apologizing can not fix or replace it, it still apologize.