Wednesday, July 20, 2011

bukan puisi :))

Gemericik hujan tumpah tanpa arah
Mendesir angin memecah sunyi
Hati yang tulus terluka parah
Jiwa yang lemah telah mati di sini
Dibacok  jutaan dina
Dikubur dalam nestapa
Untuk apa hidup jika untuk cerca?
Lebih baik aku mati memendam aksara

Tuesday, June 14, 2011

Sahabat


Mungkin
gemulai indahmu tiada yang mampu menduga
pendar-pendar kemilau bersinar dalam asa
tetap tegar memendam langit kala duka
kuat berdiri meski menapaki kerikil duri cita

berbilang purnama syair-syair cita kita lantunkan
bersama kita bertarung dalam pergulatan
suka duka raut wajah penuh harapan
inilah langkah yang mesti kita lewatkan

kita adalah elang yang siap terbang
kita adalah bunga anggun nan jelita
kita adalah matahari yang setia menyinari hari
kita adalah air yang tetap ada hingga detik terakhir
dan kita adalah mutiara putih indah bercahaya
kau dan aku bisa jadi apa saja

di ujung jalan kita memilih
gagap langkah sudah terisi oleh hati-hati penuh kasih
inilah langkah terakhir kita di sini
melanjutkan langkah-langkah baru penuh janji
kau dan aku, dalam satu hati


Teruntuk sahabat-sahabatku di Lorong 7 A1

Tuesday, May 10, 2011

Hilang

Sepekat awan
menangkis hangat
ada yang hilang dan pergi
ada yang bisu lalu jatuh
pergi mencari hangat
lalu mendapat luka
adakah yang tertinggal di hatimu?
walaupun tidak,
tolong bilang saja, IYA!
bohongi aku
tolong, buat hatiku yang gemetar ini tenang sejenak