Wednesday, July 31, 2013

Menyambut Senja


Ada yang datang dan pergi
Seperti senjaku di sini.
Setia menemani dengan lembayungnya yang terus menari.
Senjaku pergi, senjaku kembali.
Masih menjingga indah meski kau telah pergi.

Dan doaku masih sama seperti dulu, hingga senja ini.
"Semoga Tuhan selalu melindungimu, wahai kekasih hati."

Senjaku datang lagi.
Hari ini esok dan seterusnya, ku tunggu senjaku di bangku sebelah kiri.
Jingga nya tetap menghampiri.
Senjaku akan datang kembali.
Senjaku takkan mati meski tiada lagi kau yang temani.


Mungkin kealpaan dirimu dalam hidupku kini adalah cara Tuhan menyediakan tempat baru bagi kebahagiaanku. :)

Tuesday, July 30, 2013

Cassanova

Ini tentang lelaki (kita).
Lelaki ku yang selalu kau sebut sebagai lelakimu.
Tentang lelaki (kita).
Lelakimu yang selalu ku sebut sebagai lelakiku.
Padahal tidak seorang pun yang mengetahui dia lelakimu. Pun lelakiku, tidak seorang pun yang dapat membuktikan dia lelakiku.

Setahuku, aku lah yang selama ini memenangi hatinya dan selalu memeluk raganya.
Aku lah yang selalu menghabiskan waktu dengannya.
Seingatku, aku lah yang merona merah saat dia mengungkapkan kata-kata cintanya.
Aku lah yang selalu ada saat senang maupun susahnya.

Apakah aku salah?
Apakah memang pada kenyataannya dia adalah lelakiku dan juga lelakimu?
Atau mungkin juga dia bukan lelakiku dan juga bukan lelakimu?

Oh, aku lelah dengan permainan 'lelaki kita' ini.

♫ Now Playing: Dewi Dewi - Begitu Salah Begitu Benar ♫

Wednesday, July 24, 2013

Aku Pernah Punya 'KITA'


Terlalu banyak duga dalam dunia kita.
Mereka boleh saja menduga luka yang ku rasa tanpa pernah bertanya. Namun jika ada yang bertanya, apakah aku bahagia, ya, aku pernah bahagia. Tentu saja.
Aku pernah menjadi wanita paling berbahagia di dunia. Aku pernah utuh memilikimu dalam dekap yang tiada satu orang pun pernah punya.

Aku pernah punya 'kita'.
Aku punya sejuta kenangan dan cerita tentang kamu dan kita yang tidak akan pernah habis bila diceritakan semalaman.

Apakah kini aku kehilangan?
Iya, tentu saja. Aku kehilangan dirimu, lelaki yang selama ini aku puji dan puja.
Lelaki bermata coklat yang ku definisikan dengan kata 'sempurna'.

Namun peluk rindu dan kecup yang dulu penuh cinta kini sudah tiada.
Bias oleh angin yang membawamu pergi saat aku sedang cinta-cintanya.
Namun itu tidak apa, di sini aku masih mengiringi langkahmu dengan doa.
Semoga Tuhan selalu menjagamu dalam dekapanNya.
Raga kini memang tak lagi dapat memeluk, tak apa. Asalkan cinta ini tetap utuh aku kemas dengan luar biasa. :)

Untukmu, lelaki yang ku panggil Cinta.